loading
Email Us|tel. +6221 7590 1212|fax +6221 7590 1216
Logo Cozy
The 1st On Demand Cloud Service in Indonesia

FAQ Cloud



Apa perbedaan cloud computing, utilitas, on-demand dan gridcomputing?

Cloud secara alami sudah on-demanddan sudah mencakup pengertian utilitas dan model komputasi grid. Komputasi grid merupakan sebuah model untuk memanfaatkan kumpulan besar dari sumber daya komputasi independen untuk melakukan tugas yang besar. Sementara utilitas di ukur dengan konsumsi layanan IT. Pada dasarnya, kalimat cloud computing dapat di gantikan dengan komputasi utilisasi. Menurut Nicholas Carr, pengarang dari “The big Switch” dan “Does It Matter?”, kata “cloud” tidak mengkomunikasikan apa yang dimaksud dengan cloud computing. Kata “utilitas” setidaknya memberikan analogi yang lebih nyata. “Namun jika kita mengabaikan masalah semantik, menurut saya komputasi grid, komputasi utilitas, dan komputasi cloud mempunyai pengertian yang sama”.

Apakah cloud computing sama dengan software-as-a-service?

Para penjual SaaS pada awalnya tidak menggunakan kata cloud untuk menjelaskan jasa mereka, tetapi para analis menganggap bahwa SaaS merupakan salah satu subset dari cloud computing.

Layanan seperti apa yang tersedia melalui model cloud?

Layanan publik cloud saat ini sedang mengalami pengkategorian: software-as-a-service, infrastructure-as-a-service, dan platform-as-a-service. SaaS adalah yang paling lama dan sudah sangat terkenal yang merupakan perangkat lunak yang diakses melalui web.  Infrastructure-as-a-service merupakan penyediaan server dan storage yang mudah di akses. Sementara platform-as-a-service merupakan compute-and-software platform yang memungkinkan para pengembang membangun dan menyebarkan aplikasi web pada infrastruktur cloud.

Bagaimana para provider mematok biaya untuk layanan ini?

Sudah lama para penyedia layanan SaaS menyombongkan penjualan perangkat lunak ini secara pay-as-you-go, untuk mencegah model lock-in yang melekat dalam kesepakatan lisensi  seperti model konvensional.  Infrastruktur cloud seperti Amazon telah melakukan hal yang sama. Misalnya, Amazon’s Elastic Compute Cloud membebankan biaya untuk menggunakan kapasitas virtual server secara  jam-jaman. Sebuah server Linux yang kecil biayanya mencapai ¢10 per jam, sementara server Windows yang paling besar harganya mencapai $1.20 per jam.

Aplikasi seperti apa yang dapat berfungsi dalam cloud?

Pada dasarnya anda dapat menaruh aplikasi apa saja dalam cloud. Namun yang lebih penting adalah adanya aturan atau kebijakan yang mencegah perusahaan dari menempatkan aplikasi tertentu di dalam cloud, terutama yang berhubungan dengan data pelanggan. Survey IDC menunjukan bahwa kegunaan utama cloud adalah sebagai aplikasi manajemen IT, kolaborasi individu dan bisnis, pengembangan aplikasi, dan penyebaran, dan sebagai  penyimpanan.

Bagaimana lisensi perangkat lunak tradisional berlaku di dunia cloud?

Para penjual dan pelanggan juga sedang berusaha untuk mengadaptasikan kebijakan lisensi ke dalam cloud.  Para penjual perangkat lunak meminta para pelangganya untuk membayar di muka 100% untuk kapasitas penggunaannya, walaupun mereka hanya menggunakan 25% atau 50%. Oracle dan IBM telah membuat tabel kesamaan yang dapat menjelaskan bagaimana perangkat lunak mereka bisa dimasukkan ke layanan cloud Amazon, tapi sebagian besar pengamat berpendapat bahwa para penjual perangkat lunak belum melakukan adaptasi yang maksimal terhadap lisensi cloud mereka.

Tingkat layanan seperti apa yang ditawarkan oleh para penjual cloud?

Para penjual cloud biasanya menjaminkan sebesar 99% uptime, namun apa yang di perhitungkan dengan apa yang ada di lapangan sangat berbeda. Kebanyakan provider menjanjikan “commercially reasonable efforts” untuk memastikan 99.95% uptime. Namun uptime di perhitungkan secara per tahun, jadi apabila provider jatuh di bawah prosentase tersebut untuk satu minggu atau satu bulan, tidak ada hukuman penalti.